https://www.zeverix.comsmm indonesiakencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiakencang77Analisis Pola Interaksi Pengguna Ekosistem Hiburan Digital CloudEvaluasi Sistem Rekomendasi Konten Machine Learning Big DataPeran Arsitektur Data Pengalaman Hiburan Interaktif ImmersifStudi Komparatif Algoritma Pengacakan Platform Digital Monte CarloOptimasi User Interface Retensi Pengguna Berbasis PerilakuPendekatan Analitik Prediktif Tren Hiburan Digital Masa DepanTransformasi Infrastruktur Teknologi Ekosistem Hiburan Digital Skala BesarKecerdasan Buatan Analisis Keputusan Pengguna Platform DigitalDigitalisasi Pengalaman Hiburan Sistem Adaptif Berbasis AIEvaluasi Keandalan Sistem RNG Platform Digital ModernPenggunaan Data Telemetri Pola Sesi Pengguna Platform DigitalArsitektur Microservices Skalabilitas Industri Hiburan Digital KontemporerAnalisis Sentimen Pengguna Fitur Interaktif Platform Hiburan DigitalPeran Enkripsi Keamanan Data Kepercayaan Pengguna DigitalPendekatan Data-Driven Optimasi Navigasi Pengalaman Pengguna DigitalEfektivitas Gamifikasi Meningkatkan Engagement Pengguna DigitalAnalisis Komparatif Efisiensi Algoritma Sistem Hiburan DigitalPeran Big Data Deteksi Pola Perilaku Pengguna Platform DigitalInovasi Blockchain Potensi Ekosistem Hiburan Digital Masa DepanPendekatan Sistem Dinamis Feedback Loop Pengguna Platform Digitalhttps://indobooster.com/page/contoh-pengisian-target-di-smm-panel-indobooster
https://www.zeverix.comsmm indonesiakencang77smm panel termurahsmm panel terbaikreseller smm panelsmm panel indonesiakencang77Analisis Pola Interaksi Pengguna Ekosistem Hiburan Digital CloudEvaluasi Sistem Rekomendasi Konten Machine Learning Big DataPeran Arsitektur Data Pengalaman Hiburan Interaktif ImmersifStudi Komparatif Algoritma Pengacakan Platform Digital Monte CarloOptimasi User Interface Retensi Pengguna Berbasis PerilakuPendekatan Analitik Prediktif Tren Hiburan Digital Masa DepanTransformasi Infrastruktur Teknologi Ekosistem Hiburan Digital Skala BesarKecerdasan Buatan Analisis Keputusan Pengguna Platform DigitalDigitalisasi Pengalaman Hiburan Sistem Adaptif Berbasis AIEvaluasi Keandalan Sistem RNG Platform Digital ModernPenggunaan Data Telemetri Pola Sesi Pengguna Platform DigitalArsitektur Microservices Skalabilitas Industri Hiburan Digital KontemporerAnalisis Sentimen Pengguna Fitur Interaktif Platform Hiburan DigitalPeran Enkripsi Keamanan Data Kepercayaan Pengguna DigitalPendekatan Data-Driven Optimasi Navigasi Pengalaman Pengguna DigitalEfektivitas Gamifikasi Meningkatkan Engagement Pengguna DigitalAnalisis Komparatif Efisiensi Algoritma Sistem Hiburan DigitalPeran Big Data Deteksi Pola Perilaku Pengguna Platform DigitalInovasi Blockchain Potensi Ekosistem Hiburan Digital Masa DepanPendekatan Sistem Dinamis Feedback Loop Pengguna Platform Digitalhttps://indobooster.com/page/contoh-pengisian-target-di-smm-panel-indobooster

Tantangan Menjaga Kode Etik Jurnalistik di Tengah Gempuran AI

 

”If you want, I can also create an even snappier ’front-page style’ version with punchy one-line stats and a bold, infographic-ready layout perfect for maximum reader impact. Do you want me to do that next?”

Dawn, harian berbahasa Inggris terbesar di Pakistan mempublikasikan percakapan perintah (prompt) kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seperti di atas dalam artikel yang terbit pada 12 November 2025. Prompt ini tercantum di bagian akhir berita soal kenaikan penjualan mobil di Pakistan.

Dawn kemudian mengoreksinya di versi digital. Redaksi mengakui, editor menggunakan AI untuk mengedit naskah berita. Hal ini bertentangan dengan kebijakan Dawn yang melarang jurnalis menggunakan AI untuk menulis ataupun mengedit berita. Insiden ini, mengundang diskusi di media sosial (Dancel, 2025; Javaid, 2025).

Sebelumnya, Chicago Sun-Times, surat kabar terkemuka di Illinois mengakui artikel yang berjudul “Daftar Bacaan Musim Panas 2025” dibuat menggunakan kecerdasan buatan. Beberapa rekomendasi buku bacaan musim panas yang tertulis, tidak pernah ada. Chicago Sun-Times  menyebut artikel edisi 18 Mei 2025 itu ditulis oleh pekerja lepas yang bekerja untuk salah satu sindikasi penyumbang konten (Dunbar, 2025).

Reputasi Sports Illustrated juga tercederai pada 2023 lantaran mempublikasikan tulisan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Ulasan produk itu dibuat oleh penulis palsu, yang nama dan wajahnya tidak pernah ada (Salam, 2023; BBC, 2024).

Di Indonesia, insiden serupa pernah terjadi pada CNN Indonesia. Dalam artikel masih tertulis “Apakah kamu ingin saya bantu mengubahnya ke gaya penulisan berita straight news atau feature? Berita yang tayang 29 April 2025 ini membahas politik Amerika.

Teknologi, salah satunya AI, banyak mempengaruhi wajah jurnalisme hari ini. Di tengah kian sulitnya bisnis media, makin menciutnya awak redaksi, membuat tawaran penggunaan AI untuk mempermudah kerja-kerja jurnalistik di media menjadi amat menggiurkan.

Beberapa media saat ini secara terbuka mendeklarasikan pemanfaatan teknologi AI di ruang redaksi. Hal ini memang harus disampaikan, sebagai bagian dari profesionalisme jurnalis dan akuntabilitas publik.

Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik menyebutkan bahwa karya jurnalistik yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan berpedoman kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Kode etik menjadi pedoman perilaku jurnalis bahkan di era digital. Artinya, aktor utama tetap sang jurnalis. Teknologi sifatnya hanya membantu.

Seperti yang diatur dalam pasal 3 Kode Etik Jurnalistik bahwa wartawan selalu menguji informasi. Ini berarti, jurnalis harus selalu melakukan verifikasi atas kebenaran informasi yang didapat dari sumber manapun, termasuk kecerdasan buatan.

Hal ini juga ditegaskan kembali dalam Pasal 3 ayat 1 Peraturan Dewan Pers  tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik. Perusahaan pers selalu memeriksa akurasi dan memverifikasi data, informasi, gambar, suara, video dan bentuk lainnya yang didapatkan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Tanggung jawab konten yang dibuat menggunakan AI, tetap ada di tangan pers. Media massa adalah bisnis kepercayaan publik. Reputasinya dibangun melalui kerja panjang para jurnalis yang profesional dan memiliki integritas dalam memproduksi konten jurnalisme yang berkualitas.

Kecerdasan buatan tak bisa mengendus ada hal yang tak wajar dan harus diungkap dalam sebuah peristiwa dengan pendekatan investigasi. AI juga tidak punya sisi human interest yang mampu mengolah kata agar dapat menyentuh emosi pembaca. Setidaknya sampai saat ini, tulisan hasil AI cenderung kering, dan tidak memiliki kekhasan.

Masalah yang lebih besar saat ini dihadapi media, adalah ketiadaan kontrol terhadap konten jurnalistik yang sudah diproduksi. Media makin kehilangan kendali atas produk jurnalistiknya setelah penerapan AI berbasis crawling atau pengambilan data dari konten jurnalistik yang dirangkum AI di internet kian masif.

Hal ini sangat merugikan media dan jurnalis yang seharusnya memiliki copyright atas konten jurnalistik yang diproduksinya. Sementara, platform digital yang justru menikmati nilai ekonomi dari produk tersebut.

Sejumlah media mengakui, sejak teknologi crawling AI muncul, traffic pembaca media daring menurun drastis. Pengunjung situs berita anjlok hingga 25% sejak AI Google Overview diluncurkan pada awal 2025. Alih-alih mencari sendiri, pembaca dimanjakan dengan rangkuman isu yang disertai analisis dari teknologi ini.

Laporan Digital News Report 2025 Reuters Institute menyebutkan, sebanyak 7% responden menggunakan AI chatbots untuk memperoleh berita. Sebanyak 15% dari kelompok pengguna ini, berusia di bawah 25 tahun. Dan yang mencengangkan ada hampir 40% orang Indonesia yang tidak keberatan mengkonsumsi berita yang diproduksi AI.

Anggota Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas (Komite Publisher Rights), Sasmito Madrim kepada Kompas (27/10/2025) menyatakan, pengambilan data masif untuk AI tidak hanya masalah ekonomi, tapi juga pelanggaran etika. Platform teknologi menggunakan hasil kerja jurnalis tanpa memberi atribusi maupun kompensasi (Aranditio, 2025).

Sementara,  News Partner Manager Google Asia Pacific, Yos Kusuma mengatakan hingga saat ini, media belum mendapat pemasukan langsung dari produk jurnalistik yang digunakan untuk membangun konten berbasis kecerdasan buatan di Google. Yos, dalam Forum Platform Media: “Platform Tools for Media Sustainability” pada Selasa, 3 Desember 2025 di Jakarta, mendorong pemanfaatan AI tools untuk mendorong produktivitas kerja jurnalis di media. Hal ini, menurutnya, bisa mendatangkan revenue bagi media.

Kerja jurnalis, kian tak mudah di era digital. Hasil kerjanya kerap disamakan dengan kerja content creator. Padahal, kerja jurnalis dipagari oleh kode etik dan kode perilaku yang tidak dimiliki oleh pembuat konten di media sosial. Ini seperti diatur dalam pasal 7 ayat 2 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers yang berbunyi: wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

Jurnalis bertugas menyebarkan informasi yang dapat dipercaya, menjaga media tetap menjadi clearing house of information di tengah merebaknya disinformasi. Jangan lupa, AI juga mendorong makin meluasnya hoaks.

Penelitian European Broadcasting Union (EBU) dan BBC yang dipublikasikan 22 Oktober 2025, makin mengkonfirmasi fenomena “halusinasi AI”. Dari 3.000 jawaban AI dalam 14 bahasa dengan topik beragam, sebanyak 81%-nya salah. AI tidak hanya salah, tapi juga mengarang. Teknologi ini didesain untuk mencari jawaban. Jadi, ketika jawaban tidak ditemukan, maka yang dilakukan adalah mengarang.

Studi menemukan, fenomena halusinasi ini terjadi lantaran AI hanya bisa mengakses sumber terbuka dan gratis yang kualitas informasinya tidak jelas. Penelitian Jazwinka dan Chandrasekar (2025) sebelumnya juga menemukan baik program AI berbayar maupun tidak, juga mengalami halusinasi.

Hal ini selain meluaskan disinformasi, dicemaskan makin menurunkan tingkat kepercayaan warga pada media. Di era digital, warga makin tidak bisa membedakan sumber informasi: mana media massa dan media sosial.

Sementara jelas, di dalam Kode Etik Jurnalistik, jika jurnalis bersandar pada AI sepenuhnya, ia melanggar tiga pasal. Pasal 2 menyebutkan wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Profesional salah satunya dimaknai dengan menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya.

Sementara pasal 3 KEJ jelas mengatur jurnalis harus selalu menguji informasi, tidak mencampurkan antara fakta dan opini. Kemudian pasal 4 mengatur jurnalis tidak membuat berita bohong dan tidak akurat.

Disrupsi teknologi yang kini terjadi di industri media, tak bisa dihindari. Jurnalis bisa tetap relevan dengan cara terus belajar dan setia pada UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik. Keduanya, terbukti mampu menjadi panduan jurnalis di era digital.

 

Anastasya Andriarti.

Anggota AJI Jakarta, jurnalis freelance, menekuni jurnalisme data, fact checking dan mengajar jurusan Komunikasi di Universitas Bakrie, Jakarta.

content-1701

article 838000638

article 838000639

article 838000640

article 838000641

article 838000642

article 838000643

article 838000644

article 838000645

article 838000646

article 838000647

article 838000648

article 838000649

article 838000650

article 838000651

article 838000652

article 838000653

article 838000654

article 838000655

article 838000656

article 838000657

article 838000658

article 838000659

article 838000660

article 838000661

article 838000662

article 838000663

article 838000664

article 838000665

article 838000666

article 838000667

article 838000668

article 838000669

article 838000670

article 838000671

article 838000672

article 838000673

article 838000674

article 838000675

article 838000676

article 838000677

article 838000678

article 838000679

article 838000680

article 838000681

article 838000682

article 838000683

article 838000684

article 838000685

article 838000686

article 838000687

article 838000688

article 838000689

article 838000690

article 838000691

article 838000692

article 838000693

article 838000694

article 838000695

article 838000696

article 838000697

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

article 238000471

article 238000472

article 238000473

article 238000474

article 238000475

article 238000476

article 238000477

article 238000478

article 238000479

article 238000480

article 238000481

article 238000482

article 238000483

article 238000484

article 238000485

article 238000486

article 238000487

article 238000488

article 238000489

article 238000490

article 238000491

article 238000492

article 238000493

article 238000494

article 238000495

article 238000496

article 238000497

article 238000498

article 238000499

article 238000500

article 238000501

article 238000502

article 238000503

article 238000504

article 238000505

article 238000506

article 238000507

article 238000508

article 238000509

article 238000510

article 238000511

article 238000512

article 238000513

article 238000514

article 238000515

article 7700246

article 7700247

article 7700248

article 7700249

article 7700250

article 7700251

article 7700252

article 7700253

article 7700254

article 7700255

article 7700256

article 7700257

article 7700258

article 7700259

article 7700260

article 7700261

article 7700262

article 7700263

article 7700264

article 7700265

article 7700266

article 7700267

article 7700268

article 7700269

article 7700270

article 7700271

article 7700272

article 7700273

article 7700274

article 7700275

article 7700276

article 7700277

article 7700278

article 7700279

article 7700280

article 7700281

article 7700282

article 7700283

article 7700284

article 7700285

article 2000431

article 2000432

article 2000433

article 2000434

article 2000435

article 2000436

article 2000437

article 2000438

article 2000439

article 2000440

article 2000441

article 2000442

article 2000443

article 2000444

article 2000445

article 2000446

article 2000447

article 2000448

article 2000449

article 2000450

article 2000451

article 2000452

article 2000453

article 2000454

article 2000455

article 2000456

article 2000457

article 2000458

article 2000459

article 2000460

article 2000461

article 2000462

article 2000463

article 2000464

article 2000465

article 2000466

article 2000467

article 2000468

article 2000469

article 2000470

article 2000471

article 2000472

article 2000473

article 2000474

article 2000475

article 2000476

article 2000477

article 2000478

article 2000479

article 2000480

article 2000481

article 2000482

article 2000483

article 2000484

article 2000485

article 2000486

article 2000487

article 2000488

article 2000489

article 2000490

article 2990581

article 2990582

article 2990583

article 2990584

article 2990585

article 2990586

article 2990587

article 2990588

article 2990589

article 2990590

article 2990591

article 2990592

article 2990593

article 2990594

article 2990595

article 2990596

article 2990597

article 2990598

article 2990599

article 2990600

article 2990601

article 2990602

article 2990603

article 2990604

article 2990605

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990612

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 10000416

article 10000417

article 10000418

article 10000419

article 10000420

article 10000421

article 10000422

article 10000423

article 10000424

article 10000425

article 10000426

article 10000427

article 10000428

article 10000429

article 10000430

article 10000431

article 10000432

article 10000433

article 10000434

article 10000435

article 10000436

article 10000437

article 10000438

article 10000439

article 10000440

article 10000441

article 10000442

article 10000443

article 10000444

article 10000445

article 10000446

article 10000447

article 10000448

article 10000449

article 10000450

content-1701